Rabu, 27 Maret 2013

Definisi Pemasaran

DEFINISI PEMASARAN DAN MANAJEMEN PEMASARAN BAB I PENGERTIAN, KONSEP, DEFINISI PEMASARAN DAN MANAJEMEN PEMASARAN A. Pengertian Pemasaran Ada beberapa definisi mengenai pemasaran diantaranya adalah : a. Philip Kotler (Marketing) pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. b. Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain. c. Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan. d. Menurut W Stanton pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial. B. Konsep Pemasaran Konsep-konsep inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Kita dapat membedakan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu. Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk membelinya. C. Manajemen Pemasaran Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangakan manajemen adalah proses perencanaan (Planning), pengorganisasian (organizing) penggerakan (Actuating) dan pengawasan. Jadi dapat diartikan bahwa Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi. Kesimpulan : Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran adalah sebagai kegiatan yang direncanakan, dan diorganisasiknan yang meliputi pendistribusian barang, penetapan harga dan dilakukan pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan yang telah dibuat yang tujuannya untuk mendapatkan tempat dipasar agar tujuan utama dari pemasaran dapat tercapai. BAB II MACAM-MACAM KONSEP PEMASARAN I. Konsep Pemasaran Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing. Konsep pemasaran yang telah diungkapkan dengan berbagai cara: 1. Temukan keinginan pasar dan penuhilah. 2. Buatlah apa yang dapat dijual dan jangan berusaha menjual apa yang dapat dibuat. 3. Cintailah pelanggan, bukan produk anda. 4. Lakukanlah menurut cara anda (Burger king) 5. Andalah yang menentukan (United Airlines) 6. Melakukan segalanya dalam batas kemampuan untuk menghargai uang pelanggan yang sarat dengan nilai, mutu dan kepuasan (JC. Penney). Dalam pemasaran terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu organisasi yaitu : konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, konsep pemasaran sosial, dan konsep pemasaran global. 1. Konsep produksi Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. Disini tugas manajemen adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena konsumen dianggap akan menerima produk yang tersedia secara luas dengan daya beli mereka. 2. Konsep produk Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik. Tugas manajemen disini adalah membuat produk berkualitas, karena konsumen dianggap menyukai produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan ciri – ciri terbaik 3. Konsep penjualan Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif. 4. Konsep pemasaran Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunsi untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing. 5. Konsep pemasaran sosial Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripasda para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat. 6. Konsep Pemasaran Global Pada konsep pemasaran global ini, manajer eksekutif berupaya memahami semua faktor- faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen strategis yang mantap. tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan. BAB III SISTEM PEMASARAN A. Pengertian Sistem Pemasaran Sistem adalah sekolompok item atau bagian-bagia yang saling berhubungan dan saling berkaitan secara tetap dalam membentuk satu kesatuan terpadu. Jadi dapat diartikan sistem pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.. Dalam pemasaran kelompok item yang saling berhubungan dan saling berkaitan itu mencakup : 1. Gabungan organisasi yang melaksanakan kerja pemasaran. 2. Produk, jasa, gagasan atau manusia yang dipasarkan. 3. Target pasar. 4. Perantara (pengecer, grosir, agen transportasi, lembaga keuangan). 5. Kendala lingkungan (environmental constraints). Sistem pemasaran yang paling sederhana terdiri dari dua unsur yang saling berkaitan, yaitu organisasi pemasaran dan target pasarnmya. Unsur-unsur dalam sebuah sistem pemasaran serupa dengan unsur-unsur yang ada pada sistem radio stereo. Bekerja secara terpisah, tetapi pada waktu dipertemukan secara tepat. B. Macam – Macam Sistem Pemasaran a. Sistem pemasaran dengan saluran vertikal Pada sistem ini produsen, grosir, dan pengecer bertindak dalam satu keterpaduan. Tujuan : § Mengendalikan perilaku saluran § Mencegah perselisihan antara anggota saluran b. Sistem pemasaran dengan saluran horizontal Pada sistem ini, ada suatu kerjasama antara dua atau lebih perusahaan yang bergabung untuk memanfaatkan peluang pemasaran yang muncul. c. Sistem pemasaran dengan saluran ganda Pada sistem ini beberapa gaya pengeceran dengan pengaturan fungsi distribusi dan manajemen digabungkan, kemudian dari belakang dipimpin secara sentral. C. Lingkungan Sebuah Sistem Pemasaran a. Lingkungan makro ekstern. Lingkungan makro tersebut ialah: a. Demografi (kependudukan). b. Kondisi ekonomi. c. Teknologi. d. Kekuatan sosial dan budaya. e. Kekuatan politik dan legal. f. Persaingan. b. Lingkungan mikro eksternal a. Pasar (market) b. Pemasok c. Pialang (marketing intermediaries) c. Lingkungan Non- – Pemasaran Intern Kekuatan non – pemasaran lainnya adalah lokasi perusahaan, ketangguhan bagian penelitian dan pengembangan. Kekuatan intern bersifat menyatu (interest) dalam organisasi dan dikendalikan oleh manajemen. BAB IV STRATEGI PEMASARAN A. Pengertian Strategi Pemasaran Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan. Dalam strategi pemasaran, ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan strategi dalam pemasaran yaitu : 1. Daur hidup produk Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran. 2. Posisi persaingan perusahaan di pasar Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari pasar. 3. Situasi ekonomi Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi dan pandangan kedepan, apakah ekonomi berada dalam situasi makmur atau inflasi tinggi. B. Macam-Macam Strategi Pemasaran macam strategi pemasaran diantaranya: 1. Strategi kebutuhan primer Strategi-strategi pemasaran untuk merancang kebutuah primer yaitu: 1. Menambah jumlah pemakai dan 2. Meningkatkan jumlah pembeli. 2. Strategi Kebutuhan Selektif Yaitu dengan cara : a. Mempertahankan pelanggan misalnya: 1. Memelihara kepuasan pelanggan; 2. Menyederhanakan proses pembelian; 3. Mengurangi daya tarik atau jelang untuk beralih merk; b. Menjaring pelanggan (Acquistion Strategier) 1. Mengambil posisi berhadapan (head – to heas positioning) 2. Mengambil posisi berbeda (differentiated positin) Secara lebih jelas, strategi pemasaran dapat dibagi kedalam empat jenis yaitu: 1. Merangsang kebutuhan primer dengan menambah jumlah pemakai. 2. Merangsang kebutuhan primer dengan memperbesar tingkat pembelian. 3. Merangsang kebutuhan selektif dengan mempertahankan pelanggan yang ada. 4. Merangsang kebutuhgan selektif dengan menjaring pelanggan baru. Strategi Pemasaran Menurut Armstrong dan Kotler (2000:5), marketing adalah “A societal process by which individuals and groups obtain what they need and want through creating, offering and freely exchanging products and services of value with others”. Sedangkan pengertian Marketing strategy menurut Armstrong dan Kotler (2000:37), yaitu “The marketing logic by which the business unit hopes to achieve its marketing objective”. Menurut Guiltinan dan Paul (1992), definisi strategi pemasaran adalah pernyataan pokok tentang dampak yang diharapkan akan dicapai dalam hal permintaan pada target pasar yang ditentukan. Segmentasi (Segmentation) Menurut Solomon dan Elnora (2003:221), segmentasi adalah ”The process of dividing a larger market into smaller pieces based on one or more meaningful, shared characteristic”. Dengan melaksanakan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan lebih terarah dan sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien dalam rangka memberikan kepuasan bagi konsumen. Selain itu perusahaan dapat melakukan program-program pemasaran yang terpisah untuk memenuhi kebutuhan khas masing-masing segmen. Ada beberapa variabel segmentasi yaitu: 1. Demografis Segmentasi ini dilakukan dengan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan variabel demografis sepert: Usia, jenis kelamin, besarnya keluarga, pendapatan, ras, pendidikan, pekerjaan, geografis. 2. Psikografis Segmentasi ini dilakukan dengan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok yang berlainan menurut kelas sosial, gaya hidup, kepribadian, dan lain-lain. Informasi demografis sangat berguna, tetapi tidak selalu menyediakan informasi yang cukup untuk membagi konsumen ke dalam segmen-segmen, sehingga diperlukan segmen berdasarkan psychografis untuk lebih memahami karakteristik konsumen. 3. Perilaku Segmentasi ini dilakukan dengan membagi konsumen ke dalam segmen-segmen berdasarkan bagaimana tingkah laku, perasaan, dan cara konsumen menggunakan barang/situasi pemakaian, dan loyalitas merek. Cara untuk membuat segmen ini yaitu dengan membagi pasar ke dalam pengguna dan non-pengguna produk. Agar segmen pasar dapat bermanfaat maka harus memenuhi beberapa karakteristik: • Measurable : Ukuran, daya beli, dan profil segmen harus dapat diukur meskipun ada beberapa variabel yang sulit diukur. • Accessible : Segmen pasar harus dapat dijangkau dan dilayani secara efektif. • Substantial : Segmen pasar harus cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani • Differentiable : Segmen-segmen dapat dipisahkan secara konseptual dan memberikan tanggapan yang berbeda terhadap elemen-elemen dan bauran pemasaran yang berbeda. • Actionable : Program yang efektif dapat dibuat untuk menarik dan melayani segmen-segmen yang bersangkutan. Langkah dalam mengembangkan segmentasi yaitu: 1. Mensegmen pasar menggunakan variabel-variabel permintaan, seperti kebutuhan konsumen, manfaat yang dicari, dan situasi pemakaian. 2. Mendeskripsikan segmen pasar yang diidentifikasikan dengan menggunakan variabel-variabel yang dapat membantu perusahaan memahami cara melayani kebutuhan konsumen tersebut dan cara berkomunikasi dengan konsumen. Targeting Menurut Solomon dan Elnora (2003:232), Target market ialah ”Group that a firm selects to turn into customers as a result of segmentation and targeting”. Setelah pasar dibagi-bagi dalam segmen-segmen, maka perusahaan harus memutuskan suatu strategi target market. Perusahaan dapat memilih dari empat strategi peliputan pasar: 1. Undifferentiated targeting strategy, strategi ini menganggap suatu pasar sebagai satu pasar besar dengan kebutuhan yang serupa, sehingga hanya ada satu bauran pemasaran yang digunakan untuk melayani semua pasar. Perusahaan mengandalkan produksi, distribusi, dan periklanan massa guna menciptakan citra superior di mata sebagian besar konsumen. 2. Differentiated targeting strategy, perusahaan menghasilkan beberapa produk yang memiliki karakteritik yang berbeda. Konsumen membutuhkan variasi dan perubahan sehingga perusahaan berusaha untuk menawarkan berbagai macam produk yang bisa memenuhi variasi kebutuhan tersebut. 3. Concentrated targeting strategy, perusahaan lebih memfokuskan menawarkan beberapa produk pada satu segmen yang dianggap paling potensial. 4. Custom targeting strategy, lebih mengarah kepada pendekatan terhadap konsumen secara individual. Langkah dalam mengembangkan targeting yaitu: 1. Mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen dengan menggunakan variable-variabel yang dapat mengkuantifikasi kemungkinan permintaan dari setiap segmen, biaya melayani setiap segmen, dan kesesuaian antara kompetensi inti perusahaan dan peluang pasar sasaran. 2. Memilih satu atau lebih segmen sasaran yang ingin dilayani berdasarkan potensi laba segmen tersebut dan kesesuaiannya dengan strategi korporat perusahaan. Positioning Menurut Solomon, dan Elnora (2003:235), Positioning ialah “Developing a marketing strategy aimed at influencing how a particular market segment perceives a good or service in comparison to the competition”. Penentuan posisi pasar menunjukkan bagaimana suatu produk dapat dibedakan dari para pesaingnya. Ada beberapa positioning yang dapat dilakukan: a. Positioning berdasarkan perbedaan produk. Pendekatan ini dapat dilakukan jika produk suatu perusahaan mempunyai kekuatan yang lebih dibandingkan dengan pesaing dan konsumen harus merasakan benar adanya perbedaan dan manfaatnya. b. Positioning berdasarkan atribut produk atau keuntungan dari produk tersebut. Pendekatan ini berusaha mengidentifikasikan atribut apa yang dimiliki suatu produk dan manfaat yang dirasakan oleh kosumen atas produk tersebut. c. Positioning berdasarkan pengguna produk. Pendekatan ini hampir sama dengan targeting dimana lebih menekankan pada siapa pengguna produk. d. Positioning berdasarkan pemakaian produk. Pendekatan ini digunakan dengan membedakan pada saat apa produk tersebut dikonsumsi. e. Positioning berdasarkan pesaing. Pendekatan ini digunakan dengan membandingkan keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh pesaing sehingga konsumen dapat memilih produk mana yang lebih baik. f. Positioning berdasarkan kategori produk. Pendekatan ini digunakan untuk bersaing secara langsung dalam kategori produk, terutama ditujukan untuk pemecahan masalah yang sering dihadapi oleh pelanggan. g. Positioning berdasarkan asosiasi. Pendekatan ini mengasosiasikan produk yang dihasilkan dengan asosiasi yang dimiliki oleh produk lain. Harapannya adalah sebagian asosiasi tersebut dapat memberikan kesan positif terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan. h. Positioning berdasarkan masalah. Pendekatan ini digunakan untuk menunjukkan kepada konsumen bahwa produk yang ditawarkan memiliki positioning untuk dapat memecahkan masalah. Langkah dalam mengembangkan strategi positioning yaitu: 1. Mengidentifikasi Keunggulan Kompetitif. Jika perusahaan dapat menentukan posisinya sendiri sebagai yang memberikan nilai superior kepada sasaran terpilih, maka ia memperoleh keunggulan komparatif. 2. Dalam menawarkan produk dengan suatu competitive advantage, perusahaan harus meyediakan suatu alasan mengapa pelanggan akan merasa bahwa produk dari perusahaan yang bersangkutan lebih baik daripada para pesaingnya. 3. Perusahaan harus mengevaluasi respon dari target market sehingga dapat memodifikasi strategi bila dibutuhkan Pengertian Saluran Distribusi Menurut Nitisemito (1993, p.102), Saluran Distribusi adalah lembaga-lembaga distributor atau lembaga-lembaga penyalur yang mempunyai kegiatan untuk menyalurkan atau menyampaikan barang-barang atau jasa-jasa dari produsen ke konsumen. Menurut Warren J. Keegan (2003) Saluran Distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri. Menurut Assauri (1990 : 3) Saluran distribusi merupakan lembaga-lembaga yang memasarkan produk, yang berupa barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Menurut Kotler (1991 : 279) Saluran distribusi adalah sekelompok perusahaan atau perseorangan yang memiliki hak pemilikan atas produk atau membantu memindahkan hak pemilikan produk atau jasa ketika akan dipindahkan dari produsen ke konsumen. Faktor yang mendorong suatu perusahaan menggunakan distributor, adalah: - Para produsen atau perusahaan kecil dengan sumber keuangan terbatas tidak mampu mengembangkan organisasi penjualan langsung. - Para distributor nampaknya lebih efektif dalam penjualan partai besar karena skala operasi mereka dengan pengecer dan keahlian khususnya. - Para pengusaha pabrik yang cukup model lebih senang menggunakan dana mereka untuk ekspansi daripada untuk melakukan kegiatan promosi. - Pengecer yang menjual banyak sering lebih senang membeli macam-macam barang dari seorang grosir daripada membeli langsung dari masing-masing pabriknya. Fungsi Saluran Distribusi Fungsi utama saluran distribusi adalah menyalurkan barang dari produsen ke konsumen, maka perusahaan dalam melaksanakan dan menentukan saluran distribusi harus melakukan pertimbangan yang baik. C. Segmentasi Pasar Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda. Atau segmentasi pasar bisa diartikan segmentasi pasar adalah proses pengidentifikasian dan menganalisis para pembeli di pasar produk, menganalisia perbedaan antara pembeli di pasar. 1. Dasar-dasar dalam penetapan Segmentasi Pasar Dalam penetapan segmentasi pasar ada beberapa hal yang menjadi dasarnya yaitu: 1. Dasar – dasar segmentasi pasar pada pasar konsumen a. Variabel geografi, diantaranya : wilayah, ukuran daerah, ukuran kota, dan kepadatan iklim. b. Variabel demografi, diantaranya : umur, keluarga, siklus hidup, pendapatan, pendidikan, dll c. Variabel psikologis, diantaranya :kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian. d. Variabel perilaku pembeli, diantaranya : manfaat yang dicari, status pemakai, tingkat pemakaian, status kesetiaan dan sikap pada produk. 2. Dasar – dasar segmentasi pada pasar industri a. Tahap 1: menetapkan segmentasi makro, yaitu pasar pemakai akhir, lokasi geografis, dan banyaknya langganan. b. Tahap 2: yaitu sikap terhadap penjual, ciri – ciri kepribadian, kualitas produk, dan pelanggan. 2. Syarat segmentasi Pasar Ada beberapa syarat segmentasi yang efektif yaitu : a. Dapat diukur b.Dapat dicapai c. Cukup besar atau cukup menguntungkan d.Dapat dibedakan e. Dapat dilaksanakan 3. Tingkat Segmentasi Pasar Karena pembelian mempunyai kebutuhan dan keinginan yang unik. Setiap pembeli, berpotensi menjadi pasar yang terpisah. Oleh karena itu segmentasi pasar dapat dibangun pada beberapa tingkat yang berbeda. a. Pemasaran massal Pemasaran massal berfokus pada produksi massal, distribusi massal, dan promosi massal untuk produk yang sama dalam cara yang hampir sama keseluruh konsumen. b. Pemasaran segmen Pemasarn segmen menyadari bahwa pembeli berbeda dalam kebutuhan, persepsi, dan perilaku pembelian. c. Pemasaran ceruk Pemasaran ceruk (marketing niche) berfokus pada sub group didalam segmen-segmen. Suatu ceruk adalah suatu group yang didefiniskan dengan lebih sempit. d. Pemasaran mikro Praktek penyesuaian produk dan program pemasaran agar cocok dengan citarasa individu atau lokasi tertentu. Termasuk dalam pemasaran mikro adalah pemasaran lokal dan pemasaran individu. 4. Manfaat Segmentasi Pasar Sedangakan manfaat dari segmentasi pasar adalah: a. Penjual atau produsen berada dalam posisi yang lebih baik untuk memilih kesempatan- kesempatan pemasaran. b. Penjual atau produsen dapat menggunakan pengetahuannya terhadap respon pemasaran yang berbeda-beda, sehingga dapat mengalokasikan anggarannya secara lebih tepat pada berbagai segmen. c. Penjual atau produsen dapat mengatur produk lebih baik dan daya tarik pemasarannya D. Menentukan Pasar Sasaran Langkah-langkah dalam menetukan pasar sasaran yaitu : 1. Langkah pertama Menghitung dan menilai potensi keuntungan dari berbagai segmen yang ada 2. Langkah kedua Mencatat hasil penjualan tahun lalu dan memperkirakan untuk tahun yang akan datang. BAB V PERILAKU KONSUMEN A. Pengertian Perilaku Konsumen Perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan individu yang melibatkan pembelian penggunaan barang dan jasa termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut sebagai pengalaman dengan produk, pelayanan dari sumber lainnya. B. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah : 1. Faktor kebudayaan Faktor kebudayaan meliputi : a. Budaya : faktor-faktor budaya memberikan pengaruhnya paling luas pada keinginan dan perilaku konsumen. Budaya (culture) adalah penyebab paling mendasar teori keinginan dan perilaku seseorang. b. Subbudaya : setiap kebudayaan mengandung sub kebudayaan yang lebih kecil, atau sekelompok orang yang mempunyai sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang sama. Sub kebudayaan meliputi: kewarganegaraan, agama, ras, dan daerah gegrafis. c. Kelas sosial : hampir setiap masyarakat memiliki beberapa bentuk struktur kelas sosial. Kelas-kelas sosial adalah bagian-bagian masyarakat yang relatif permanen dan tersusun rapi yang anggota-anggotanya mempunyai nilai-nilai, kepentingan dan perilaku yang sama. Perilaku konsumen juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta aturan dan status sosial konsumen. Disini keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat. Keputusan orang ingin membeli juga dipenggaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap siklus hidup, pekerjaan, situasi ekonomui, gaya hidup dan kepribadian serta konsep diri. Selain dari beberapa faktor diatas yang mempengaruhi perilaku konsumen juga dipengaruhi juga oleh faktor-faktor psikologis seseorang, yang meliputi motivasi, persepsi, pengetahuan dan keyakinan serta sikap. C. Proses Pengambilan Keputusan Pembeli a. Proses Pengambilan Keputusan Pembeli Terhadap produk Baru Sebuah produk baru adalah barang, jasa, atau ide yang dianggap baru oleh pembeli potensial. Terkadang produk yang beredar dipasaran telah lama ada, disini konsumen dapat membuat keputusan untuk menerima / mengadopsinya. Proses adopsi adalah proses mental yang dilalui seseorang, mulai dari pengenalan pertama sampai pada penerimaan / adopsi final. Tahap-tahap proses adopsi: 1. Sadar : konsumen menjadi sadar akan adanya produk baru, tetapi kekurangan informasi mengenainya. 2. Tertarik : konsumen akan menjadoi tertarik untuk mencari informasi mengenai produk baru. 3. Evalusi : konsumen harus mempertimbangkan apakah produk baru tersebut masuk akal atau tidak untuk dikonsumsi. 4. Mencoba : konsumen mencoba produk baru tersebut dalam skala kecil untuk meningkatkan perkiraan nilai produk tersebut. 5. Adopsi : konsumen memutuskan secara penuh dan teratur menggunakan produk baru tersebut. b. Tipe-Tipe Perilaku Membeli Ada empat tipe perilaku membeli, yaitu : a. Perilaku pembelian yang kompleks Disini konsumen mengakui keterikatan yang tinggi dalam proses pembeliannya, harga produk tinggi, jarang dibeli, memiliki resiko yang tinggi. Perilaku konsumen melalui proses tiga langkah, yaitu: pertama, mengembangkan keyakinan tentang produk tersebut. Kedua, membangun sikap, dan ketiga melakukan pilihan. b. Perilaku pembelian yang mengurangi ketidakefisienan Disini konsumen mengalami keterlibatan tinggi akan tetapi melihat sedikit perbedaan, diantara merek-merek. Konsumen mengunjungi beberapa tempat untuk mencari yang lebih cocok. Perilaku pembelian karena kebiasaan Disini konsumen rendah sekali dalam proses pembelian karena tidak ada perbedaan nyata diantara berbagai merek dan harga barang relatif rendah Perilaku pembelian yang mencari keragaman Disini keterlibatan konsumen yang rendah akan dihadapkan pada berbagai pemilihan merek. c. Tahap-Tahap Proses Membeli Tahap-tahap dalam proses membeli mwliputi : a. Pengenalan kebutuhan/masalah Disini orang yang akan memasarkan produk meneliti mengenai apa yang dibutuhkan, apa yang menyebabkan semua itu muncul dan mengapa seseorang membutuhkan sesuatu. Seorang pemasar akan mengenalkan pada konsumen agar lebih tertarik. b. Pencarian informasi Sumber informasi konsumen terbagi dalam empat kelompok, yaitu : 1. Sumber pribadi, meliputi: keluarga, teman-teman, tetangga, dan kenalan. 2. Sumber niaga, meliputi : periklanan, petugas penjualan, penjual kemasan dan pemajangan. 3. Sumber umum, meliputi : media massa dan organisasi konsumen. 4. Sumber pengalaman, meliputi: pernah menangani, menguji, dan mempergunakan produk. c. Pencarian alternatif Terdapat lima konsep dasar bagi pemasar dalam penilaian alternatif konsumen, yaitu : Sifat-sifat produk, apa yang menjadi ciri-ciri khusus dan perhatian konsumen terhadap produk atau jasa tersebut. Pemasar lebih memperhatikan pentingnya ciri-ciri produk daripada penonjolan Ciri-ciri produk. Kepercayaan konsumen terhadap ciri merek yang menonjol Fungsi kemanfaatan, yaitu bagaimana konsumen mengharapkan kepuasan yang diperoleh dari produk dengan tingkat alternatif yang berbeda-beda setiap hari Bagaimana prosedur penilaian yang dilakukan konsumen dari sekian banyak ciri-ciri barang. d. Keputusan membeli Ada dua faktor yang menyebabkan seseorang mengambil keputusan untuk membeli, yaitu : Sikap orang lain : keputusan membeli itu banyak dipengaruhi oleh teman-teman, tetangga, atau siapa saja yang dipercayai Faktor-faktor situasi yang tidak terduga : seperti faktor harga pendapatan

Minggu, 12 Februari 2012

Tahlil dan Ziarah Kubur

PELACUR LEBIH MULYA DARI ORANG ORANG YANG BER TAHLILAN . Itulah kebiasaan orang-orang wahhabi; membuat kekacauan. Mereka berkedok dengan kata2 manis, mengatakan “kami hanya berpegang teguh kepada al-Qur’an dan Sunnah”, “kita perangi TBC (tahayul, bid’ah dan khurafat)”, “kami bermadzhab salaf”, dan lain sebagainya. Mereka mengaku memerangi bid’ah, tapi sebenarnya mreka sendiri ahli bid’ah. Mereka mengaku hanya berpegang teguh kepada al-Qur’an dan Sunnah, tapi sebenarnya mereka menghancurkan pemahaman al-Qur’an dan Sunnah. Anda lihat, bagaimana mereka membuat judul “derajat orang-orang tahlilan lebih rendah dari seorang pelacur”, A’udzu Billah. Itulah tradisi yang mereka warisi dari pimpinan mereka; Muhammad ibn Abd al-Wahhab, mangklaim sesat dan bahkan mengkafirkan orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka. Hasbunallah. Ulama Ahlussunnah sepakat bahwa doa dan istighfar seorang muslim yang masih hidup kepada Allah untuk orang yang telah meninggal dapat memberikan manfaat kepadanya. Dalam al-Qur’an Allah berfirman: وَالَّذِينَ جَآءُو مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِاْلإِيمَانِ (الحشر: 10) “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami” (QS. Al-Hasyr: 10) Al-Imam an-Nawawi (w 676 H) dalam al-Adzkar menuliskan: “Semua ulama sepakat bahwa doa bagi orang-orang yang telah meninggal memberikan manfaat terhadap mereka dan pahala doa tersebut sampai kepada mereka. Mereka mengambil dalil firman Allah QS. Al-Hasyr: 10 (tersebut di atas) dan berbagai ayat lainnya, juga dengan dalil beberapa hadits masyhur di antaranya sabda Nabi: اللّهُمّ اغْفِرْ لِأهْلِ بَقِيْعِ الغَرْقَد (رواه مسلم) “Ya Allah ampunilah bagi orang-orang yang dimakamkan di Baqi’ al-Gharqad” (HR. Muslim) Dan hadits Nabi: اللّهُمّ اغْفِرْ لِحَيّنَا وَمَيّتِنَا (رواه الترمذي) “Ya Allah ampuni bagi orang-orang yang masih hidup dan orang-orang yang telah meninggal di antara kami” (HR. At-Tirmidzi)”. (Lihat al-Adzkar: 176) Demikian juga membaca al-Qur’an di atas kubur juga bermanfaat terhadap mayyit. Dalil Kebolehan membaca al-Qur’an di atas kubur adalah hadits bahwa Nabi membelah pelepah yang basah menjadi dua bagian kemudian Nabi menanamkan masing-masing di dua kuburan yang ada dan Rasulullah bersabda: لَعَلّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا (رواه الشيخان) “Semoga keduanya mendapatkan keringanan siksa kubur selama pelepah ini belum kering”. Dapat diambil dalil dari hadits ini bahwa boleh menancapkan pohon dan membaca al-Qur’an di atas kubur, jika pohon saja bisa meringankan adzab kubur lebih–lebih bacaan al-Qur’an orang mukmin. Al-Imam an-Nawawi berkata: “Para ulama mengatakan sunnah hukumnya membaca al-Qur’an di atas kubur berdasarkan pada hadits ini, karena jika bisa diharapkan keringanan siksa kubur dari tasbihnya pelepah kurma apalagi dari bacaan al-Qur’an” (Lihat dalam al-Minhaj Syarh Shahih Muslim Ibn al-Hajjaj, j. 3, h. 202). Jelas bacaan al-Qur’an dari manusia itu lebih agung dan lebih bermanfaat daripada tasbihnya pohon. Jika telah terbukti al-Qur’an bermanfaat bagi sebagian orang yang ditimpa bahaya dalam hidupnya, maka mayit begitu juga. Di antara dalil bahwa mayyit mendapat manfaat dari bacaan al-Qur’an orang lain adalah hadits Ma’qil ibn Yasar: اقْرَءُوْا يس عَلَى مَوْتَاكُمْ (رَوَاهُ أبُو داوُد والنّسَائِي وابْنُ مَاجَه وابْنُ حِبّان وصَحّحَه). “Bacalah surat Yaasin untuk mayit kalian ” (H.R Abu Dawud, an– Nasai, Ibn Majah dan Ibn Hibban dan dishahihkannya). Hadits ini walaupun dinyatakan lemah oleh sebagian ahli hadits, tetapi Ibn Hibban mengatakan hadits ini shahih dan Abu Dawud diam (tidak mengomentarinya) maka dia tergolong hadits Hasan (sesuai dengan istilah Abu Dawud dalam Sunan-nya), dan al Hafizh as-Suyuthi juga mengatakan bahwa hadits ini Hasan. Dalil yang lain adalah hadits Nabi: يس قَلْبُ القُرءَان لاَ يَقْرَؤُهَا رَجُلٌ يُرِيْدُ اللهَ و الدّارَ الآخِرَةَ إلاّ غفرَ لَهُ، وَاقْرَءُوهَا عَلَى مَوْتَاكُمْ (روَاه أحْمد) “Yasin adalah hatinya al-Qur’an, tidaklah dibaca oleh seorangpun karena mengharap ridla Allah dan akhirat kecuali diampuni oleh Allah dosa– dosanya, dan bacalah Yasin ini untuk mayit–mayit kalian ” (HR. Ahmad) Ahmad bin Muhammad al Marrudzi (salah seorang murid al-Imam Ahmad ibn Hanbal) berkata : “Saya mendengar Ahmad ibn Hanbal -semoga Allah merahmatinya- berkata: “Apabila kalian memasuki areal pekuburan maka bacalah surat al Fatihah dan Mu’awwidzatayn dan surat al Ikhlas dan hadiahkanlah pahalanya untuk ahli kubur karena sesungguhnya pahala bacaan itu akan sampai kepada mereka” (Lihat al-Maqshad al-Arsyad, j. 2, h. 338-339). Al Khallal juga meriwayatkan dalam al Jami’ dari asy-Sya’bi bahwa ia berkata: كَانَتِ الأنْصَارُ إذَا مَاتَ لَهُمْ مَيّتٌ اخْتَلَفُوا إِلَى قَبْرِهِ يَقْرَءُوْنَ لَهُ الْقُرْءَانَ “Tradisi para sahabat Anshar jika meninggal salah seorang di antara mereka, maka mereka akan datang ke kuburnya silih berganti dan membacakan al-Qur’an untuknya (mayit)”. Demikian juga hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari bahwasanya ‘Aisyah -semoga Allah meridlainya- berkata: “Alangkah sakitnya kepalaku”, lalu Rasulullah berkata: ” ذاكِ لوْ كَانَ وَأنَا حَيّ فأ سْتَغْفِر لكِ وأدْعُو لَكِ “ “Jika itu terjadi (engkau sakit dan meninggal) dan aku masih hidup maka aku mohon ampun dan berdoa untukmu”. Perkataan Rasulullah ” وأدعو لك ” (maka saya akan berdoa untukmu) ini, mencakup doa dengan segala bentuk dan macam–macamnya, maka termasuk doa seseorang setelah membaca beberapa ayat dari al-Qur’an dengan tujuan supaya pahalanya disampaikan kepada mayit seperti dengan mengatakan : اللّهُمَّ أوْصِلْ ثَوَابَ مَا قَرَأْتُ إلَى فُلاَن “Ya Allah sampaikanlah pahala bacaanku ini kepada si Fulan”. Sedangkan yang sering dikatakan orang bahwa Imam Syafi’i menyatakan bacaan al-Qur’an tidak akan sampai kepada mayyit, maksud asy-Syafi’i adalah jika bacaan tersebut tidak dibarengi dengan doa Ii-shal – إيصال – (doa agar disampaikan pahala bacaan tersebut kepada mayit) atau bacaan tersebut tidak dilakukan di kuburan mayit karena asy-Syafi’i menyetujui kedua hal ini (membaca al-Qur’an dengan diakhiri doa Ii-shal – إيصال – dan membaca al-Qur’an di atas kuburan mayit). Imam an-Nawawi mengatakan: “Asy-Syafi’i dan tokoh-tokoh madzhab Syafi’i mengatakan: Disunnahkan dibaca di kuburan mayit ayat-ayat al-Qur’an, dan jika dibacakan al-Qur’an hingga khatam itu sangat baik”. Sebagian ahli bid’ah, seperti kaum Wahhabiyah di masa sekarang, mengatakan tidak akan sampai pahala sesuatu apapun kepada si mayit dari orang lain yang masih hidup, baik doa ataupun yang lain. Perkataan mereka ini bertentangan dengan al-Qur’an dan Sunnah. Adapun bahwa mereka berdalil dengan firman Allah: وأنْ لَيْسَ للإنْسَانِ إلاّ مَا سَعَى (سورة النجم : 39 ) Maka ini adalah pendapat yang tidak tepat dan harus ditolak karena maksud ayat ini bukanlah menafikan bahwa seseorang mendapatkan manfaat dari apa yang dikerjakan oleh orang lain seperti sedekah dan haji untuk orang yang telah meninggal, melainkan ayat ini menafikan kepemilikan terhadap amal orang lain. Amal orang lain adalah milik orang lain yang mengerjakankannya, karena itu jika ia mau ia bisa memberikan kepada orang lain dan jika tidak ia bisa memilikinya untuk dirinya sendiri. Allah tidak mengatakan tidak bermanfaat bagi seseorang kecuali amalnya sendiri. Mereka yang menafikan secara mutlak tersebut adalah golongan Mu’tazilah. Imam Ahmad ibn Hanbal pernah mengingkari orang yang membaca al-Qur’an di atas kuburan, namun kemudian sahabatnya (salah seorang murid dekat) menyampaikan kepadanya atsar dari sebagian sahabat yaitu Ibn Umar lalu dia melepaskan pendapatnya tersebut. Al-Bayhaqi dalam as-Sunan al Kubra meriwayatkan dengan sanad yang sahih bahwa Ibn Umar menganggap sunnah setelah mayit dikuburkan untuk dibacakan awal dan akhir surat al Baqarah. Salah seorang ulama Madzhab Hanbali, Asy-Syaththi al-Hanbali dalam komentarnya atas kitab Ghayah al-Muntaha, hlm. 260 mengatakan: “Dalam kitab al-Furu’ dan kitab Tashhih al-Furu’ dinyatakan: Tidak makruh membaca al-Qur’an di atas kuburan dan di areal pekuburan, inilah yang ditegaskan oleh al Imam Ahmad, dan inilah pendapat madzhab Hanbali. Kemudian sebagian menyatakan hal itu mubah, sebagian mengatakan mustahabb (sunnah). Demikian juga disebutkan dalam kitab al-Iqna’”. Menghidangkan Makanan untuk orang yang datang ta’ziyah atau menghadiri undangan baca al-Qur’an Menghidangkan makanan yang dilakukan oleh keluarga mayit untuk orang yang datang ta’ziyah atau menghadiri undangan baca al-Qur’an adalah boleh karena itu termasuk ikram adl-Dlayf (menghormat tamu). Dan dalam Islam ini adalah sesuatu yang dianjurkan. Sedangkan Hadits Jarir ibn ‘Abdillah al Bajali bahwa ia mengatakan : كُنَّا نَعُدّ الاجْتِمَاعَ إلَى أهْلِ الْمَيت وَصَنِيْعَة الطّعَامِ بَعْدَ دَفْنِهِ مِنَ النّيَاحَةِ (رواه أحمد بسند صحيح) “Kami di masa Rasulullah menganggap berkumpul di tempat mayit dan membuat makanan setelah dikuburkannya mayit sebagai Niyahah (meratapi mayit yang dilarang oleh Islam)” (H.R. Ahmad dengan sanad yang sahih) Maksudnya adalah jika keluarga mayit membuat makanan tersebut untuk dihidangkan kepada para hadirin dengan tujuan al Fakhr ; berbangga diri supaya orang mengatakan bahwa mereka pemurah dan dermawan atau makanan tersebut disajikan kepada perempuan-perempuan agar menjerit-jerit, meratap sambil menyebutkan kebaikan-kebaikan mayit, karena inilah yang biasa dilakukan oleh orang-orang di masa jahiliyah, mereka yang tidak beriman kepada akhirat itu. Dan inilah Niyahah yang termasuk perbuatan orang-orang di masa jahiliyyah dan dilarang oleh Rasulullah. Jika tujuannya bukan untuk itu, melainkan untuk menghormat tamu atau bersedekah untuk mayit dan meminta tolong agar dibacakan al-Qur’an untuk mayit maka hal itu boleh dan tidak terlarang. Al-Bukhari meriwayatkan dalam kitab Sahih-nya dari Ibn ‘Abbas bahwa Sa’d ibn ‘Ubadah ibunya meninggal ketika dia pergi, kemudian ia berkata kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, Ibuku meninggal dan aku sedang tidak berada di tempat tersebut, apakah bermanfa’at baginya jika aku menyedekahkan sesuatu yang pahalanya untuknya?, Rasulullah menjawab: “Iya”. Lalu Sa’d berkata: “(Kalau begitu) Saya bersaksi kepadamu bahwa kebunku yang sedang berbuah itu aku sedekahkan yang pahalanya untuknya”. (Lihat Shahih al-Bukhari, kitab al-Washaya) Tahlilan pada hari ke tiga, ke tujuh, ke seratus, ke seribu dan seterusnya Tradisi ummat Islam mengundang para tetangga ke rumah mayit kemudian memberi makan mereka ini adalah sedekah yang mereka lakukan untuk si mayit dan dalam rangka membaca al-Qur’an untuk mayit, dan jelas dua hal ini adalah hal yang boleh dilakukan. Sedekah untuk mayit jelas dibenarkan oleh hadits Nabi dalam Sahih al Bukhari. Sedangkan membaca al-Qur’an untuk mayit, menurut mayoritas para ulama salaf dan Imam madzhab Hanafi, Maliki dan Hanbali pahalanya akan sampai kepada mayit, demikian dijelaskan oleh as-Suyuthi dalam Syarh ash-Shudur dan dikutip serta disetujui oleh al Hafizh Murtadla az-Zabidi dalam Syarh Ihya’ ‘Ulum ad-Din. Adapun yang sering dikatakan orang sebagian ahli bid’ah, seperti kaum Wahhabiyyah, bahwa Imam asy-Syafi’i menyatakan bahwa bacaan al-Qur’an tidak akan sampai kepada mayyit maka maksud asy-Syafi’i adalah jika bacaan tersebut tidak dibarengi dengan doa Ii-shal (doa agar disampaikan pahala bacaan kepada mayyit) atau bacaan tersebut tidak dilakukan di kuburan mayyit karena asy-Syafi’i menyetujui kedua hal ini (membaca al-Qur’an dengan diakhiri doa Ii-shal dan membaca al-Qur’an di atas kuburan mayyit)”. (lihat Syarh Raudl ath-Thalib, Nihayatul Muhtaj, Qadla’ al Arab fi As-ilah Halab dan kitab-kitab Fiqh Syaf’i yang lain). Bahwa berkumpul untuk mendoakan mayit dan membaca al-Qur’an untuknya pada hari ke tiga, ke tujuh, ke seratus, ke seribu dan seterusnya maka hukumnya adalah sebagai berikut : 1. Berkumpul di hari ke tiga tujuannya adalah berta’ziyah. 2. Berkumpul setelah hari ke tiga tujuannya adalah berta’ziyah bagi yang belum. Bagi yang sudah berta’ziyah, berkumpul saja pada hari-hari tersebut bukanlah hal yang mutlak sunnah, tetapi kalau tujuan berkumpul tersebut adalah untuk membaca al-Qur’an dan ini semua mengajak kepada kebaikan. Allah berfirman : وافْعَلُوا الْخَيْـرَ لَعَلّكُمْ تُفْلِحُوْنَ (سورة الحج : 77) “Lakukanlah hal yang baik agar kalian beruntung” (Q.S. al Hajj : 77). Peringatan: Anda periksa keluarga anda, terlebih anak-anak anda, jangan sampai memiliki keyakinan seperti pemahaman Wahhabi. Bila anda memiliki anak keturunan yang berkeyakinan seperti faham wahabi bahwa pahala bacaan al-Qur’an tidak bermanfaat bagi mayit, maka anda akan merugi dunia akhirat. Di dunia anda lelah mendidik mereka, tapi begitu anda meninggal mereka sedikitpun tidak mendoakan anda, tidak memberikan manfaat bagi anda, tidak membacakan walau hanya satu kali bacaan surat al-Fatihah. Anda hanya akan dijadikan layaknya “bangkai”, dikuburkan, diinjak-injak, dan lalu ditinggalkan begitu saja. A’udzu Billah.

Rabu, 14 Desember 2011

Reservasi berbasis Web




Syarat dan Ketentuan Perjanjian dgn Mitra Usaha

Kami menyambut Anda ("Anda" atau "Anda") sebagai mitra pasokan terhormat Grup Wotif.



Grup Wotif menyediakan akomodasi dan promosi layanan pemesanan pada situs web berikut ("Situs"): wotif.com, lastminute.com.au, travel.com.au, lastminute.co.nz, latestays.com, asiawebdirect.com dan ivivu.com.



Dengan menempatkan akomodasi Anda menawarkan pada Wotif Grup Extranet Anda setuju bahwa masing-masing atau salah satu dari Wotif.com Pty Ltd, dan anggota badan terkait dari Grup Wotif perusahaan (individual atau kolektif disebut sebagai "kita", "kita", " kami ") dapat menampilkan penawaran tersebut di Situs atau salah satu dari mereka untuk dijual kepada pelanggan pada syarat dan ketentuan berikut dalam hubungannya dengan Prosedur Operasional kami sebagai diberitahukan kepada Anda dari waktu ke waktu.



DEFINISI



Akomodasi termasuk kamar di hotel, motel, apartemen, tempat tidur dan sarapan atau tempat penginapan lainnya.



Rincian Akomodasi berarti semua konten yang disediakan oleh Anda yang berhubungan dengan Akomodasi Anda ditampilkan (termasuk rincian pemasok, tarif, pembatalan dan kebijakan lainnya, gambar dan peringkat terdaftar oleh Anda) yang Anda usulkan untuk menawarkan untuk dijual kepada publik melalui salah satu Situs.



Pemesanan berarti pemesanan Akomodasi untuk periode relevan yang dibuat oleh pelanggan di salah satu Situs di tingkat dan untuk tipe kamar ditampilkan di Situs oleh Anda.



Pemesanan Harga adalah harga total untuk ditampilkan Pemesanan termasuk semua pengaya menyatakan, pajak dan biaya (selain pajak dan retribusi yang berlaku berdasarkan hukum lokal atau peraturan yang tidak perlu dimasukkan dalam jumlah yang harus dibayar oleh pelanggan pada saat mereka membuat Pemesanan mereka), tidak termasuk biaya pemesanan kami dan biaya tambahan kartu kredit.



Pengunjung berarti orang yang namanya muncul pada Pemesanan.



Harga Bersih berarti pemesanan Harga kurang marjin kami dari 10%.



Prosedur operasional diatur dalam Prosedur Operasional dokumen untuk Pemasok Akomodasi, tersedia dari Grup Wotif Extranet.



Grup Wotif Extranet berarti situs yang disediakan untuk Anda untuk memuat Rincian Akomodasi Anda di https://supplier.wotif.com/SupplierEntry.jsp (atau situs apapun penggantinya).



PEMESANAN & PEMBAYARAN



2.1

Kami akan menerima Pemesanan atas nama Anda dari pelanggan di Harga Pemesanan. Anda akan menyediakan Akomodasi untuk Tamu sesuai dengan Rincian Akomodasi untuk Pemesanan kami memberitahu kepada Anda.



2.2

Setelah tamu check-in, Anda harus mendapatkan tanda tangan tamu dan melihat foto identifikasi Guest untuk mengkonfirmasi identitas mereka cocok dengan nama yang ditentukan untuk pemesanan tersebut. Anda harus menyimpan salinan tanda tangan tamu dan identifikasi foto pada file untuk periode enam bulan dari tanggal check-in. Anda setuju untuk memberikan catatan-catatan kepada kami jika diminta. Prosedur ini membantu untuk melindungi kepentingan Anda dan kami. Dalam hal tolak bayar, jika Anda tidak dapat memberikan rincian di atas untuk kita, kita akan menyesuaikan atau membalikkan pembayaran kepada Anda sesuai.



2.3

Untuk mengklaim pembayaran dari kami untuk Pemesanan, berikut keberangkatan tamu (dan tidak lebih dari 12 bulan kemudian), Anda akan menyerahkan bukti tinggal yang akan di minimum termasuk untuk Pemesanan masing-masing:



kami konfirmasi nomor;



Harga Bersih benar jatuh tempo dan terhutang sehubungan dengan itu Pemesanan dalam mata uang yang tingkat disediakan oleh Anda melalui Wotif Grup Extranet;



Guest check-in dan check-out.



2.4

Jika tamu yang membatalkan atau gagal untuk check-in, Anda dapat mengklaim pembayaran (dengan cara di atas) untuk jumlah berikut:



Jika kebijakan pembatalan Anda dipublikasikan di Situs relevan - baik karena jumlah dan karena sesuai dengan kebijakan pembatalan Anda sebagai dipublikasikan di Situs pada saat pemesanan kurang marjin kami dari 10%;



Jika kebijakan pembatalan Anda tidak dipublikasikan di situs yang relevan, atau jika kegagalan tamu untuk check-in adalah karena Pemesanan penipuan yang kita menerima tolak bayar yang - jumlah yang akan benar jatuh tempo dan terhutang untuk malam pertama Pemesanan kurang marjin kami 10%.



2.5

Pembayaran dengan baik karena dan karena akan dikirim oleh kami ke rekening bank Anda telah terdaftar pada kami (atau dengan metode lain sebagaimana disepakati) dalam mata uang yang tingkat disediakan oleh Anda melalui Wotif Grup Extranet. Kami berhak untuk mengimbangi pembayaran utang kepada kami oleh Anda.



2.6

Anda bertanggung jawab untuk menghitung, melaporkan dan membayar pajak yang berlaku pada Pemesanan yang dilakukan melalui Situs untuk otoritas pajak yang berlaku.



AKOMODASI DETAIL



3.1

Anda telah penuh sehari-hari oleh kontrol atas jumlah dan jenis kamar yang ditawarkan, layanan dan fasilitas yang akan disertakan dengan masing-masing menawarkan, dan pemesanan Harga dan kondisi masing-masing menawarkan.



3.2

Anda bertanggung jawab atas akurasi, kelengkapan dan keandalan Rincian Akomodasi. Rincian Akomodasi akan minimal sama dengan kualitas tertinggi informasi yang berkualitas, kelengkapan, mata uang dan akurasi, paling lengkap dan akurat ditampilkan dalam kaitannya dengan Akomodasi Anda pada saluran online lainnya (termasuk situs web Anda sendiri). Anda menjamin kepada kami bahwa Anda adalah pemilik atau secara hukum berwenang untuk bertindak atas nama pemilik Akomodasi dan Rincian Akomodasi dan Akomodasi mematuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku.



3.3

Harga Pemesanan dan setiap istilah lain dari ditawarkan pada Situs akan setidaknya menguntungkan bagi pengguna Situs seperti yang ditawarkan pada saluran online lainnya (termasuk website Anda sendiri) untuk periode yang sama dan Akomodasi. Rincian Akomodasi Anda tidak boleh berisi URL atau panggilan lain untuk bertindak mengarahkan pengguna Situs untuk metode pemesanan alternatif - untuk menghindari keraguan kita akan berhak untuk segera mengakhiri Perjanjian ini jika persyaratan ini dilanggar.



3.4

Kami akan memberikan dukungan yang wajar untuk memungkinkan Anda untuk memelihara dan memperbarui menawarkan Anda pada Situs. Kami dapat membuat perubahan pada Situs dan menghapus menawarkan Anda, Rincian Akomodasi dan akses Anda ke Situs kami atau salah satu dari mereka pada setiap waktu atas kebijakannya lengkap kami.



KEAMANAN PASSWORD



Kami akan menyediakan Anda dengan password untuk mengakses Wotif Grup Extranet. Anda setuju untuk tidak mempublikasikan, atau membuat tersedia, password Anda kepada pihak ketiga. Anda bertanggung jawab atas setiap penggunaan atau tindakan yang diambil dengan sandi. Jika kata sandi Anda terganggu, Anda harus mengubah sandi Anda.



PENGGUNAAN INFORMASI TAMU



Anda tidak akan secara langsung atau tidak langsung menggunakan atau mengungkapkan informasi apapun yang diperoleh tamu dari kami selain yang diperlukan bagi Anda untuk melakukan kewajiban Anda berdasarkan Perjanjian ini atau sebagaimana diharuskan menurut hukum yang berlaku. Anda tidak akan menargetkan komunikasi atas dasar penerima yang dimaksud menjadi pengguna dari Situs atau salah satu dari mereka.



INFORMASI DAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL



Kami memiliki semua hak, dan kepentingan ke Situs dan Wotif Grup Extranet termasuk teknologi pencarian, perangkat lunak, database dan nama domain dan merek. Anda memiliki semua hak, dan kepentingan ke Rincian Akomodasi. Anda lisensi kami (dan afiliasi jaringan situs) untuk menampilkan Rincian Akomodasi di Situs kami atau salah satu dari mereka (dan di situs afiliasi yang mempromosikan pemesanan melalui Situs kami atau salah satu dari mereka) dan untuk menampilkan Rincian Akomodasi di setiap iklan atau pemasaran komunikasi mempromosikan Situs atau salah satu dari mereka.



JANGKA & PEMUTUSAN



7.1

Entah Anda atau kita dapat mengakhiri Perjanjian ini untuk alasan apapun setelah minimal 30 hari pemberitahuan melalui email. Jika Anda atau kita melanggar Perjanjian atau menjadi bangkrut, mungkin PHK akan dilakukan segera setelah pemberitahuan melalui email ke pihak lain. Pada terminasi password Anda akan dinonaktifkan dan Rincian Akomodasi Anda akan dihapus dari Situs.



7.2

Anda setuju bahwa: a) Anda tidak memiliki klaim untuk kompensasi atau sebaliknya dari kami jika Perjanjian diakhiri, menyimpan untuk setiap klaim untuk pengiriman uang tidak dibayar, dan b) Anda akan menghormati semua pemesanan yang dilakukan sampai dengan dan termasuk tanggal terminasi untuk Akomodasi untuk diberikan setelah tanggal penghentian.



GANTI RUGI, PERS & TERBATAS



8.1

Kami bergantung pada ketaatan Anda atas Perjanjian ini. Anda mengganti kerugian kami dan kami entitas terkait terhadap kewajiban atau kerugian yang timbul dari, dan biaya yang terjadi sehubungan dengan, kerusakan, cedera kehilangan, atau kematian kepada pihak ketiga yang timbul sehubungan dengan: a) setiap pelanggaran oleh Anda terhadap Perjanjian ini, b) Akomodasi Rincian, c) pemesanan tidak terpenuhi oleh Anda di bawah ketentuan Perjanjian ini, d) perhitungan, pelaporan atau pembayaran atas pajak bahwa Anda bertanggung jawab dalam kaitannya dengan Pemesanan yang dilakukan melalui Situs, dan e) tetap setiap orang di akomodasi.



8.2

Anda melepaskan kami dari, dan menyetujui bahwa kami tidak bertanggung jawab atas kerusakan, kehilangan atau cedera pada Anda timbul dari, dan biaya yang terjadi sehubungan dengan: a) penggunaan Situs atau Wotif Grup Extranet (kecuali disebabkan oleh suatu tindakan , kelalaian atau default dari kami atau agen kami), atau b) Situs atau Wotif Grup Extranet disela, tidak tersedia atau tidak bekerja dengan benar.



8.3

Pihak tidak akan bertanggung jawab kepada yang lain atas dasar hukum (termasuk kelalaian) untuk setiap gangguan terhadap bisnis, keuntungan kerugian, kehilangan data atau kerugian konsekuensial atau tidak langsung. Tanpa membatasi ganti rugi di bawah bagian 8.1, atau hak untuk memulihkan jumlah terhutang berdasarkan ketentuan tegas dari Perjanjian ini, sejauh diizinkan oleh hukum yang tidak tanggung jawab agregat partai yang timbul dari atau sehubungan dengan Perjanjian ini untuk setiap dasar hukum (termasuk kelalaian) akan melebihi jumlah total margin yang diterima oleh kami berdasarkan Perjanjian ini dalam dua belas bulan sebelum kejadian yang menimbulkan kewajiban.



UMUM



9.1

Hukum yang berlaku di Negara Bagian Queensland, Australia, berlaku untuk Perjanjian ini dan para pihak tunduk kepada yurisdiksi non-eksklusif pengadilan Queensland dalam kaitannya dengan setiap perselisihan.



9.2

Entah Anda atau kita dapat menetapkan Perjanjian ini dengan pemberitahuan kepada pihak lainnya sehubungan dengan merger, penjualan atau reorganisasi dengan efek bahwa Perjanjian tersebut akan mengikat dan dapat dilaksanakan oleh penerima pengalihan tersebut.



9.3

Agar efektif, setiap pengabaian baik Anda atau hak-hak kami atau kewajiban harus dibuat secara tertulis dan ditandatangani oleh pihak membebaskan.



9.4

Kami mungkin akan membuat perubahan syarat dan kondisi atau Prosedur Operasional kami dari waktu ke waktu. Setiap perubahan akan efektif setelah posting versi diubah pada Wotif Grup Extranet. Anda bertanggung jawab untuk meninjau pemberitahuan dan setiap perubahan yang berlaku. Anda terus menggunakan layanan berikut pengumuman setiap perubahan akan merupakan penerimaan Anda.

Jumat, 18 November 2011

MAXIAL SYSTEM






Maxial Solusi Pty Limited

Solusi Maxial adalah sebuah perusahaan milik Australia, yang berkantor pusat di Brisbane, yang Speciali `ZES dalam memberikan solusi kelas dunia perangkat lunak manajemen hotel. Ini terdiri dari leading edge, fungsional kaya aplikasi berbasis standar, didukung oleh implementasi penuh dan layanan dukungan dari tim profesional yang berdedikasi dengan pengalaman panjang dalam implementasi industri hotel.


Beberapa produk perangkat lunak signifikan dapat membanggakan garis keturunan akan kembali lebih dari satu dekade, namun solusi Maxial telah berkembang selama lebih dari seperempat abad. Meskipun demikian, masih semodern besok. Semua bahwa investasi di R & D keahlian, ditambah semua pengalaman yang diperoleh dalam mengimplementasikan sistem global, membuat Maxial berfungsi penuh, hotel modular terintegrasi / resor sistem manajemen.

Maxial memiliki basis pengguna yang luas internasional yang terdiri dari 130 properti di 25 negara, termasuk Australia, Selandia Baru, Asia, Amerika Utara dan Eropa.


Solusi Maxial menawarkan berbagai macam Hotel & Resort Solusi Manajemen dengan modul-modul yang dapat disesuaikan secara individual sesuai dengan kebutuhan anda, dengan fleksibilitas untuk 'menambah' modul lain di masa depan.

Reservations
Sales & Marketing
Front Office
Activites
POS
POS Management
Trust Accounting Housekeeping & Maintenance
Materials Management
City Ledger
General Ledger
Accounts Payable
Travel Agents
Conference & Banqueting


1.RESERVATION


Reservasi modul Maxial menyediakan semua sumber daya untuk cepat, manajemen yang efektif dan efisien biaya kamar Anda, ketersediaan, biaya dan pendapatan dengan paket yang kuat dan fungsi kelompok bersama dengan:

Langsung integrasi untuk Penjualan & Pemasaran, Jasa tamu, Sejarah Tamu,
Agen Perjalanan, Kota Ledger, Kegiatan dan Front Office
Individu atau Kelompok kompleks Reservasi (Tour atau Konvensi)
Pengguna didefinisikan pemesanan bidang
Auto pemuatan data secara langsung dari Penjualan & Pemasaran, Sejarah Pengunjung dan data Travel Agent membuat loading tamu kembali cepat dan efisien
Jejak audit lengkap dari semua, pembatalan reservasi baru dan perubahan untuk Reservasi Individu dan Kelompok
Real time ketersediaan verifikasi ketika mengambil atau memperbarui reservasi
Unlimited jumlah kamar, konfigurasi kode Suite kamar, tarif dan pemesanan
Kemampuan untuk membatalkan dan mengembalikan dalam satu fungsi dengan verifikasi ketersediaan real time
Beberapa laporan kedatangan dan keberangkatan
Kemampuan untuk mengulang informasi reservasi atau menyalin dari reservasi yang sudah ada
Overselling kemampuan sampai batas ditentukan pengguna, seluruh hotel atau berdasarkan tipe kamar Cetak Label Grup

A. Tahapan - tahapan Reservation dalam maxial sistem
1. pilihlah tampilan di shourtcut maxial suite dan clik 2 x
tobe continueeeeeeeee...................ddddddddddd Mas browwwwwwwwwww...???





Selasa, 15 November 2011

MANAGEMEN SISTEM INFORMASI

Sistem Informasi Manajemen



Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem informasiyang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan(input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuantertentu dalam suatu kegiatan manajemen.

Daftar isi

[sembunyikan]

1 Tujuan Umum

2 Proses Manajemen

3 Bagian


Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan hargapokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.

Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.

Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansimanajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Informasiakuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatumasalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasiakuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap manajemen,termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan).

[sunting] Proses Manajemen

Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:

Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhirtertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Olehkarenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.

Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari peretempuran.Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan,dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untukmemastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.

Pengambilan Keputusan, proses pemilihan diantara berbagai alternativedisebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial inimerupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harusmemilih diantara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuanyang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih.Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian.

[sunting] Bagian

SIM merupakan kumpulan dari sistem informasi:

Sistem informasi akuntansi (accounting information systems), menyediakan informasi dan transaksi keuangan.

Sistem informasi pemasaran (marketing information systems),menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan,kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian pasar danlain sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran.

Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management information systems).

Sistem informasi personalia (personal information systems).

Sistem informasi distribusi (distribution information systems).

Sistem informasi pembelian (purchasing information systems).

Sistem informasi kekayaan (treasury information systems).

Sistem informasi analisis kredit (credit analysis information systems).

Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research and development information systems).

Sistem informasi analisis software

Sistem informasi teknik (engineering information systems).


Sistem informasi akuntansi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Belum Diperiksa

Langsung ke: navigasi, cari

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar WikipediaMerapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.

Sistem adalah kelompok dari dua atau lebih komponen atau subsistem,saling berhubungan yang memiliki fungsi dengan tujuan yang sama.

Apa itu Sistem Informasi

Sistem informasi adalah serangkaian prosedur formal di mana datadikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan ke parapengguna.

Adapun kerangka kerja sistem informasi dibagi menjadi 2 yang utamayaitu : Sistem Informasi Manajemen dan Sistem Informasi Akuntansi.

Apa itu transaksi?

Transaksi adalah kegiatan yang mempengaruhi atau merupakan bagiandari kepentingan perusahaan yang diproses oleh sistem informasinyasebagai unit pekerjaan.

Transaksi ada yang bersifat keuangan dan non keuangan Sistem Informasi Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah Sistem Informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah Sistem Informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :

Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.

Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.

Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksinonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksikeuangan.

SIA terdiri dari 3 subsistem:

Sistem pemrosesan transaksi

mendukung proses operasi bisnis harian.

Sistem buku besar/ pelaporan keuangan

menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.

Sistem pelaporan manajemen

yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuanganbertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilankeputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporanpertanggungjawaban.

Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen memproses berbagai transaksi non-keuangan yang tidak bisa diproses oleh SIA biasa.

[sunting] Cara Kerja

Untuk memahami bagaimana SIA bekerja, perlu untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut :

Bagaimana mengoleksi data yang berkaitan dengan aktivitas dan transaksi organisasi?

Bagaimana mentransformasi data kedalam informasi sehingga manajemen dapat menggunakan untuk menjalankan organisasi?

Bagaimana menjamin ketersediaan, keandalan, keakuratan informasi ?

[sunting] Manfaat

Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:

Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapatmelakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.

Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan

Meningkatkan efisiensi

Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan

Meningkatkan sharing knowledge

menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan


E COMMERCE

E-Commerce

PENGERTIAN E-COMMERCE

Electronic Commerce (E-Commerce) didefinisikan sebagai proses pembelian dan penjualan produk, jasa dan informasi yang dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan jaringan komputer. Salah satu jaringan yang digunakan adalah internet.

Sementara itu Kalakota dan Whinston mendefinisikan E-Commerce dari beberapa perspektif, yaitu:

Dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman informasi, produk/jasa, atau pembayaran melalui jaringan telepon, atau jalur komunikasi lainnya;

Dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi bisnis dan work flow;

Dari perspektif pelayanan, E-Commerce adalah alat yang digunakan untuk mengurangi biaya dalam pemesanan dan pengiriman barang; dan

Dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk menjual dan membeli produk serta informasi melalui internet dan jaringan jasa online lainnya.

Selanjutnya Yuan Gao dalam Encyclopedia of Information Science and Technology (2005), menyatakan E-Commerce adalah penggunaan jaringan komputer untuk melakukan komunikasi bisnis dan transksaksi komersial. Kemudian di website E-Commerce Net, E-Commerce didefinisikan sebagai kegiatan menjual barang dagangan dan/atau jasa melalui internet. Seluruh komponen yang terlibat dalam bisnis praktis diaplikasikan disini, seperti customer service, produk yang tersedia, cara pembayaran, jaminan atas produk yang dijual, cara promosi dan sebagainya.

Jenis transaksi pada E â€" Commerce

Kegiatan E-Commerce mencakup banyak hal, untuk membedakannya E-Commerce dibedakan menjadi 2 berdasarkan karakteristiknya:

Business to Business, karakteristiknya:

Trading partners yang sudah saling mengetahui dan antara mereka sudah terjalin hubungan yang berlangsung cukup lama.

Pertukaran data dilakukan secara berulang-ulang dan berkala dengan format data yang telah disepakati bersama.

Salah satu pelaku tidak harus menunggu rekan mereka lainnya untuk mengirimkan data.

Model yang umum digunakan adalah peer to peer, di mana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.

Business to Consumer, karakteristiknya:

Terbuka untuk umum, di mana informasi disebarkan secra umum pula.

Servis yang digunakan juga bersifat umum, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak.

Servis yang digunakan berdasarkan permintaan.

Sering dilakukan sistim pendekatan client-server. (Onno W. Purbo & Aang Arif. W; Mengenal E-Commerce, hal 4-5)

Customer to Customer

Pihak perorangan menjual produk taupun jasa ke orang lain

Business to Employee

Suatu organisasi yang menggunakan e-commerce didalam internal organisasi tersebut untuk memberikan informasi dan jasa pada para pegawainya.

E-Government

Penggunaan teknologi internet dan e-commerce untuk memberikan layanan informasi mengenai layanan public kepada masyarakat (disebut sebagai G2C), atau rekan bisnis dan supplier (disebut government to business)

M-Commerce (M-Commerce)

E-commerce digunakan menggunakan fasilitas wireless. Misal: penggunaan handphone untuk berbelanja melalui internet.

Keuntungan E-commerce bagi organisasi

Memperluas pasar (marketplace) kepasar tingkat nasional dan internasional.

Menurunkan biaya pembuatan, pemprosesan, pendistribusian, penyimpanan, dan pencarian atau pengambilan informasiyang berbasiskan kertas.

Mengurangi biaya pergudangan atau penyediaan dan biaya overhead atau exploitasi melalui penerapan fasilitas SCM atau pull-type supply chain management.

Pull-type processing memungkinkan untuk menyesuaikan produk dan jasa sesuai dengan kebutuhan pelanggan sehingga dapat memberikan keuntungan yang kompetitif.

Mempercepat waktu antara pemodal hingga penerimaan produk dan jasa.

Memungkinkan perekayasaan ulang proses business (Business Process Reengineering)

Biaya telekomunikasi yang lebih murah. Biaya internet lebih murah daripada value added networks (VANs)

Keuntungan E-commerce bagi konsumen

Memingkinkan konsumen berbelanja atau melakukan transaksi lain selama 24 jam sehari, sepanjang tahun dari manapun.

Menyediakan lebih banyak pilihan bagi konsumen.

Menyediakan produk dan jasa yang lebih murah bagi konsumen dan memungkinkannya untuk berbelanja ke beberapa tempat dan mengadakan perbandingan dengan cepat.

Memungkinkan pengiriman produk dan jasa dengan cepat (untuk banyak kasus) khususnya untuk produk terjitalisasi.

Konsumen dapat menerima informasi yang relevan dan rinci dengan sangat cepat hanya beberapa detik, tidak dalam hitungan hari maupun minggu.

Memungkinkan konsumen ikut berpartisipasi dalam proses pelelangan secara virtual.

Memungkinkan konsumen untuk berinteraksi dengan konsumen lain dalam komunitas elektronik dan saling tukar gagasan dan tukar pengalaman.

Memfasilitasi kemungkinan berkompetisi, yang menghasilkan diskon yang sangat besar.

Keuntungan E-commerce bagi masyarakat

Semakin banyak masyarakat yang bekerja dan beraktifitas di rumah dengan menggunakan internet berarti mengurangi perjalanan untuk bekerja, belanja dan aktifitas lainnya, sehingga mengurangi kemacetan jalan dan mereduksi polusi udara.

Meningkatkan daya beli dan kesempatan masyarakat untuk mendapatkan produksi/service yang terbaik karena perusahaan yang mengeluarkan produk/service dapat menjualnya lebih murah karena biaya produksi yang rendah.

Memungkinkan masyarakat didunia ketiga dan pedesaan untuk menikmati produk dan jasa yang tidak tersedia diwilayahnya.

Mendukung penyampaian layanan public dan mengurangi biaya, meningkatkan efektifitas dan atau meningkatkan kualiatas.

Mengurangi pengangguran karena masyarakat semakin bergairah untuk berbisnis karena cara kerja yang gampang dan tanpa modal yang besar.

Meningkatkan daya kreatifitas masyarakat, berbagai jenis produk dapat dipasarkan dengan baik, sehingga akhirnya juga membantu pemerintah untuk menggairahkan perdagangan khususnya usaha kecil menengah. Secara umum, implementasi e-commerce dalam bisnis dapat meningkatkan kualitas dari produk/service serta menurunkan biaya produksi yang akhirnya akan menurunkan harga penjualan. Ketika konsumen dapat memilih produk/service yang terbaik baginya, produsen terus semakin berlomba meningkatkan kualitas dari produk/service yang ada dan terus mencari ide-ide baru yang disukai pasar serta berusaha mengurangi biaya produksi agar tetap mendapatkan harga produk/service yang terjangkau. Jika siklus ini berjalan dengan baik, tingkat produksi dan kualitas akan terus meningkat, ragam dari produk/service akan semakin banyak dan harga akan semakin terjangkau. Selain itu semakin menumbuhkan kreatifitas dan keberanian bagi pemula bisnis untuk memulai usahanya karena setiap orang dapat memulai bisnisnya walau sekecil apapun dan sebegitu spesial produk/service yang dihasilkan.

Keterbatasan E-commerce

Adanya kesenjangan standar kualitas, keamanan dan keandalan secara universal

Bandwith Komunikasi yang tidak mencukupi

Software yang masih dalam pengembangan

Kesulitan mengintergrasikan antara internet dan software E-commerce yang telah ada dan database

Dibutuhkan web server khusus untuk server jaringan (adanya biaya tambahan)

Akses internet yang mahal dan atau tidak nyaman

Layanan Pembayaran Elektronik pada e-commerce

Transfer

Merupakan cara pembayaran antar rekening melalui proses transfer diluar e-commerce.

Credit Card

Cara pembayaran yang dilakukan menggunakan kartu kredit. E-commerce yang menyediakan layanan ini bearti sudah terkoneksi dengan penyedia fianansial seperti MasterCard dan Visa.

Paypal

Paypal adalah cara pembayaran yang lebih di amankan dengan menggunakan API pihak ketiga bagi pemegang kartu kredit dan e-commerce. Dengan menggunakan paypal pemilik kartu kredit tidak harus menuliskan berulang kali nomer kartu kredit saat berbelanja online. Cukup dengan pilih pembayaran melalui paypal maka selanjutnya e-commerce dan paypal anda yang bertransaksi. Tagihan akan masuk ke kartu kredit anda.

COD (Cash On Delivery)

COD merupakan layanan antar yang disedikan oleh pihak penjual. Pembayaran dilakukan saat barang pesanan sampai ditangan konsumen.

Kejahatan Elektronik yang berkaitan dengan e-commerce

Pencurian data kartu kredit

Penipuan produk

Perusahaan fiktif

Penjebolan system transaksi dari ecommerce ataupun lembaga financial yang terlibat.



REKAYASA PERANGKAT LUNAK

REKAYASA PERANGKAT LUNAK

(SOFTWARE ENGINEERING)


I. PENDAHULUAN

Rekayasa perangkat lunak telah berkembang sejak pertama kali ddiciptakan pada tahun 1940-an hingga kini. Focus utama pengembangannya adalah untuk mengembangkan praktek dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas para praktisi pengembang perangkat luank dan kualitas aplikasi yang dapat digunakan oleh pemakai.


I.1 Sejarah Software Engineering

Istilah software engineering digunakan pertama kali pada akhir 1950-an dan awal 1960-an. Saat itu, masih terdapat perdebatan tajam mengenai aspek engineering dari pengembangan perangkat lunak. Pada tahun 1968 dan 1969, komite sains NATO mensponsori dua konferensi tentang rekayasa perangkat lunak, yang memberikan dampak kuat terhadap pengembangan rekayasa perangkat lunak. Banyak yang menganggap dua konferensi inilah yang menandai awal resmi profesi rekayasa perangkat lunak.

Pada tahun 1960-an hingga 1980-an, banyak masalah yang ditemukan para praktisi pengembangan perangkat lunak. Banyak project yang gagal, hingga masa ini disebut sebagai krisis perangkat lunak. Kasus kegagalan pengembangan perangkat lunak terjadi mulai dari project yang melebihi anggaran, hingga kasusu yang mengakibatkan kerusakan fisik dan kematian. Salah satu kasus yang terkenal antara lain meledaknya roket Ariane akibat kegagalan perangkat lunak. Selama bertahun-tahun, para peneliti memfokuskan usahanay untuk menemukan teknik jitu untuk memecahkan masalah krisi perangkat lunak. Berbagai teknik, metode, alat, proses diciptakan dan diklaim sebagai senjata pamungkas untuk memecahkan kasus ini. Mulai dari pemrograman terstruktur, pemrograman berorientasi objek, pernagkat pembantu pengembangan perangkat lunak (CASE tools), berbagai standar, UML hingga metode formal diagung-agungkan sebagai senjaat pamungkas untuk menghasilkan software yang benar, sesuai anggaran dan tepat waktu. Pada tahun 1987, Fred Brooks menulis artikel No Silver Bullet, yang berproposisi bahwa tidak ada satu teknologi atau praktek yang sanggup mencapai 10 kali lipat perbaikan dalam produktivitas pengembanan perngkat lunak dalam tempo 10 tahun.

Sebagian berpendapat, no silver bullet berarti profesi rekayasa perangkat lunak dianggap telah gagal. Namun sebagian yang lain justru beranggapan, hal ini menandakan bahwa bidang profesi rekayasa perangkat lunak telah cukup matang, karena dalam bidang profesi lainnya pun, tidak ada teknik pamungkas yang dapat digunakan dalam berbagai kondisi.


I.2 Pengertian Dasar

Istilah Reakayasa Perangkat Lunak (RPL) secara umum disepakati sebagai terjemahan dari istilah Software engineering. Istilah Software Engineering mulai dipopulerkan pada tahun 1968 pada software engineering Conference yang diselenggarakan oleh NATO. Sebagian orang mengartikan RPL hanya sebatas pada bagaimana membuat program komputer. Padahal ada perbedaan yang mendasar antara perangkat lunak (software) dan program komputer.

Perangkat lunak adalah seluruh perintah yang digunakan untuk memproses informasi. Perangkat lunak dapat berupa program atau prosedur. Program adalah kumpulan perintah yang dimengerti oleh komputer sedangkan prosedur adalah perintah yang dibutuhkan oleh pengguna dalam memproses informasi (O’Brien, 1999).

Pengertian RPL sendiri adalah suatu disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal yaitu analisa kebutuhan pengguna, menentukan spesifikasi dari kebutuhan pengguna, disain, pengkodean, pengujian sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan. Dari pengertian ini jelaslah bahwa RPL tidak hanya berhubungan dengan cara pembuatan program komputer. Pernyataan ”semua aspek produksi” pada pengertian di atas, mempunyai arti semnua hal yang berhubungan dengan proses produksi seperti manajemen proyek, penentuan personil, anggaran biaya, metode, jadwal, kualitas sampai dengan pelatihan pengguna merupakan bagian dari RPL.

  1. II. TUJUAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Secara umunmm tujuan RPL tidak berbeda dengan bidang rekayasa yang lain. Hal ini dapat kita lihat pada Gambar di bawah ini.







Gambar 1. Tujuan RPL


Dari Gambar di atas dapat diartikan bahwa bidang rekayasa akan selalu berusaha menghasilkan output yang kinerjanya tinggi, biaya rendah dan waktu penyelesaian yang tepat. Secara leboih khusus kita dapat menyatakan tujuan RPL adalah:

  1. memperoleh biaya produksi perangkat lunak yang rendah
  2. menghasilkan pereangkat lunak yang kinerjanya tinggi, andal dan tepat waktu
  3. menghasilkan perangkat lunak yang dapat bekerja pada berbagai jenis platform
  4. menghasilkan perangkat lunak yang biaya perawatannya rendah










  1. III. RUANG LINGKUP

Sesuai dengan definisi yang telah disampaikan sebelumnya, maka ruang lingkup RPL dapat digambarkan sebagai berikut:









Gambar 2. Ruang lingkup RPL (Abran et.al., 2004).


- software Requirements berhubungan dengan spesifikasi kebutuhan dan persyaratan perangkat lunak

- software desain mencakup proses penampilan arsitektur, komponen, antar muka, dan karakteristik lain dari perangkat lunak

- software construction berhubungan dengan detail pengembangan perangkat lunak, termasuk algoritma, pengkodean, pengujian dan pencarian kesalahan

- software testing meliputi pengujian pada keseluruhan perilaku perangkat lunak

- software maintenance mencakup upaya-upaya perawatan ketika perangkat lunak telah dioperasikan

- software configuration management berhubungan dengan usaha perubahan konfigurasi perangkat lunak untuk memenuhi kebutuhan tertentu

- software engineering management berkaitan dengan pengelolaan dan pengukuran RPL, termasuk perencanaan proyek perangkat lunak

- software engineering tools and methods mencakup kajian teoritis tentang alat bantu dan metode RPL

- software engineering process berhubungan dengan definisi, implementasi pengukuran, pengelolaan, perubahan dan perbaikan proses RPL

- software quality menitik beratkan pada kualitas dan daur hidup perangkat lunak


  1. IV. REKAYASA PERANGKAT LUNAK DAN DISIPLIN ILMU LAIN

Cakupan ruang lingkup yang cukup luas, membuat RPL sangat terkait dengan disiplin dengan bidang ilmu lain. tidak saja sub bidang dalam disiplin ilmu komputer namun dengan beberapa disiplin ilmu lain diluar ilmu komputer.

Hubungan keterkaitan RPL dengan ilmu lain dapat dilihat pada gambar dibawah ini








Gambar 3. Keterkaitan RPL dengan bidang ilmu lain.


- bidang ilmu manajemen meliputi akuntansi, finansial, pemasaran, manajemen operasi, ekonomi, analisis kuantitatif, manajemen sumber daya manusia, kebijakan, dan strategi bisnis

- bidang ilmu matematika meliputi aljabar linier, kalkulus, peluang, statistik, analisis numerik, dan matematika diskrit

- bidang ilmu manajemen proyek meliputi semua hal yang berkaitan dengan proyek, seperti ruang lingkup proyek, anggaran, tenaga kerja, kualitas, manajemen resiko dan keandalan, perbaikan kualitas, dan metode-metode kuantitatif

- bidang ilmu ergonomika menyangkut hubungan ( interaksi) antar manusia dengan komponen-komponen lain dalam sistem komputer

- bidang ilmu rekayasa sistem meliputi teori sistem, analisis biaya-keuntungan, pemodelan, simulasi, proses, dan operasi bisnis


  1. V. PERKEMBANGAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Meskipun baru dicetuskan pada tahun 1968, namun RPL telah memiliki sejarah yang cukup yang panjang. Dari sisi disiplin ilmu, RPL masih reklatif muda dan akan terus berkembang.

Arah perkembangan yang saat ini sedang dikembangkan antara lain meliputi :



Tahun

Kejadian

1940an

Komputer pertama yang membolehkan pengguna menulis kode program langsung

1950an

Generasi awal interpreter dan bahasa macro Generasi pertama compiler

1960an

Generasi kedua compiler Komputer mainframe mulai dikomersialkan Pengembangan perangkat lunak pesanan

Konsep Software Engineering mulai digunakan

1970an

Perangkat pengembang perangkat lunak Perangkat minicomputer komersial

1980an

Perangkat Komputer Personal (PC) komersial Peningkatan permintaan perangkat lunak

1990an

Pemrograman berorientasi obyek (OOP) Agile Process dan Extreme Programming Peningkatan drastis kapasitas memori Peningkatan penggunaan internet

2000an

Platform interpreter modern (Java, .Net, PHP, dll) Outsourcing




  1. VI. METODE REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Pada rekayasa perangkat lunak, banyak model yang telah dikembangkan untuk membantu proses pengembangan perangkat lunak. Model-model ini pada umumnya mengacu pada model proses pengembangan sistem yang disebut System Development Life Cycle (SDLC) seperti terlihat pada Gambar berikut ini.









Gambar 4. System Development Life Cycle (SDLC).


  • Kebutuhan terhadap definisi masalah yang jelas. Input utama dari setiap model pengembangan perangkat lunak adalah pendefinisian masalah yang jelas. Semakin jelas akan semakin baik karena akan memudahkan dalam penyelesaian masalah. Oleh karena itu pemahaman masalah seperti dijelaskan pada Bab 1, merupakan bagian penting dari model pengembangan perangkat lunak.
  • Tahapan-tahapan pengembangan yang teratur. Meskipun model-model pengembangan perangkat lunak memiliki pola yang berbeda-beda, biasanya model-model tersebut mengikuti pola umum analysis – design – coding – testing - maintenance
  • Stakeholder berperan sangat penting dalam keseluruhan tahapan pengembangan. Stakeholder dalam rekayasa perangkat lunak dapat berupa pengguna, pemilik, pengembang, pemrogram dan orang-orang yang terlibat dalam rekayasa perangkat lunak tersebut.
  • Dokumentasi merupakan bagian penting dari pengembangan perangkat lunak. Masing-masing tahapan dalam model biasanya menghasilkan sejumlah tulisan, diagram, gambar atau bentuk-bentuk lain yang harus didokumentasi dan merupakan bagian tak terpisahkan dari perangkat lunak yang dihasilkan.
  • Keluaran dari proses pengembangan perangkat lunak harus bernilai ekonomis. Nilai dari sebuah perangkat lunak sebenarnya agak susah di-rupiah-kan. Namun efek dari penggunaan perangkat lunak yang telah dikembangkan haruslah memberi nilai tambah bagi organisasi. Hal ini dapat berupa penurunan biaya operasi, efisiensi penggunaan sumberdaya, peningkatan keuntungan organisasi, peningkatan “image” organisasi dan lain-lain.


  1. VII. TAHAPAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Meskipun dalam pendekatan berbeda-beda, namun model-model pendekatan memiliki kesamaan, yaitu menggunaka pola tahapan analysis – design – coding(construction) – testing – maintenance.


  1. Analisis sistem adalah sebuah teknik pemecahan masalah yang menguraikan sebuah sistem menjadi komponen-komponennya dengan tujuan mempelajari seberapa bagus komponen-komponen tersebut bekerja dan berinteraksi untuk meraih tujuan mereka.

Analisis mungkin adalah bagian terpenting dari proses rekayasa perangkat lunak. Karena semua proses lanjutan akan sangat bergantung pada baik tidaknya hasil analisis. Ada satu bagian penting yang biasanya dilakukan dalam tahapan analisis yaitu pemodelan proses bisnis.


  1. Model proses adalah model yang memfokuskan pada seluruh proses di dalam sistem yang mentransformasikan data menjadi informasi (Harris, 2003). Model proses juga menunjukkan aliran data yang masuk dan keluar pada suatu proses. Biasanya model ini digambarkan dalam bentuk Diagram Arus Data (Data Flow Diagram / DFD). DFD meyajikan gambaran apa yang manusia, proses dan prosedur lakukan untuk mentransformasi data menjadi informasi.


  1. Disain perangkat lunak adalah tugas, tahapan atau aktivitas yang difokuskan pada spesifikasi detil dari solusi berbasis computer (Whitten et al, 2004).

Disain perangkat lunak sering juga disebut sebagai physical design. Jika tahapan analisis sistem menekankan pada masalah bisnis (business rule), maka sebaliknya disain perangkat lunak fokus pada sisi teknis dan implementasi sebuah perangkat lunak (Whitten et al, 2004).

Output utama dari tahapan disain perangkat lunak adalah spesifikasi disain. Spesifikasi ini meliputi spesifikasi disain umum yang akan disampaikan kepada stakeholder sistem dan spesifikasi disain rinci yang akan digunakan pada tahap implementasi. Spesifikasi disain umum hanya berisi gambaran umum agar stakeholder sistem mengerti akan seperti apa perangkat lunak yang akan dibangun. Biasanya diagram USD tentang perangkat lunak yang baru merupakan point penting dibagian ini. Spesifikasi disain rinci atau kadang disebut disain arsitektur rinci perangkat lunak diperlukan untuk merancang sistem sehingga memiliki konstruksi yang baik, proses pengolahan data yang tepat dan akurat, bernilai, memiliki aspek user friendly dan memiliki dasar-dasar untuk pengembangan selanjutnya.

Desain arsitektur ini terdiri dari desain database, desain proses, desain user interface yang mencakup desain input, output form dan report, desain hardware, software dan jaringan. Desain proses merupakan kelanjutan dari pemodelan proses yang dilakukan pada tahapan analisis.


  1. Konstruksi adalah tahapan menerjemahkan hasil disain logis dan fisik ke dalam kode-kode program komputer.


  1. Pengujian sistem melibatkan semua kelompok pengguna yang telah direncanakan pada tahap sebelumnya. Pengujian tingkat penerimaan terhadap perangkat lunak akan berakhir ketika dirasa semua kelompok pengguna menyatakan bisa menerima perangkat lunak tersebut berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan.


  1. Perawatan dan Konfigurasi. Ketika sebuah perangkat lunak telah dianggap layak untuk dijalankan, maka tahapan baru menjadi muncul yaitu perawatan perangkat lunak. Ada beberapa tipe perawatan yang biasa dikenal dalam dunia perangkat lunak seperti terlihat pada diagram di Gambar di bawah ini :









Gambar 5. Tipe-tipe perawatan.


  • Tipe perawatan corrective dilakukan jika terjadi kesalahan atau biasa dikenal sebagai bugs. Perawatan bisa dilakukan dengan memperbaiki kode program, menambah bagian yang dirasa perlu atau malah menghilangkan bagian-bagian tertentu.
  • Tipe perawatan routine biasa juga disebut preventive maintenance dilakukan secara rutin untuk melihat kinerja perangkat lunak ada atau tidak ada kesalahan.
  • Tipe perawatan sistem upgrade dilakukan jika ada perubahan dari komponen-komponen yang terlibat dalam perangkat lunak tersebut. Sebagai contoh perubahan platform sistem operasi dari versi lama ke versi baru menyebabkan perangkat lunak harus diupgrade.