Rabu, 20 Oktober 2010

Jalaluddin Rumi




Puisi-puisi Rumi juga dikenal mempunyai kedalaman makna. Karya utama Jalaluddin Rumi, yang secara umum dianggap sebagai salah satu buku luar biasa di dunia, adalah Matsnawi-i-Ma’anawi (Couplets of Inner Meaning). Selain itu, ada sejumlah karya yang dibukukan seperti Percakapan informalnya (Fihi ma Fihi), surat-surat (Maktubat), Diwan dan hagiografi Manaqib al-Arifin.

Untuk memahami karya-karyanya Rumi, alangkah baiknya kita membaca langsung tulisan-tulisan Sang Sufi ini. Saya akan melampirkan sebagian karya puisi atau tulisan indah karya Beliau, semoga bisa ‘menangkap’ keindahan dan maknanya:

SEBERAPA JAUH ENGKAU DATANG!

Sesungguhnya, engkau adalah tanah liat. Dari bentukan mineral, kau menjadi sayur-sayuran. Dari sayuran, kau menjadi binatang, dan dari binatang ke manusia. Selama periode ini, manusia tidak tahu ke mana ia telah pergi, tetapi ia telah ditentukan menempuh perjalanan panjang. Dan engkau harus pergi melintasi ratusan dunia yang berbeda.

DIMENSI LAIN

Dunia tersembunyi memiliki awan dan hujan,

tetapi dalam jenis yang berbeda.

Langit dan cahaya mataharinya, juga berbeda.

Ini tampak nyata,

hanya untuk orang yang berbudi halus –

mereka yang tidak tertipu oleh kesempurnaan dunia yang semu.

MANFAAT PENGALAMAN

Kebenaran yang agung ada pada kita

Panas dan dingin, duka cita dan penderitaan,

Ketakutan dan kelemahan dari kekayaan dan raga

Bersama, supaya kepingan kita yang paling dalam

Menjadi nyata.


KESADARAN

Manusia mungkin berada dalam keadaan gembira, dan manusia lainnya berusaha untuk menyadarkan. Itu memang usaha yang baik. Namun keadaan ini mungkin buruk baginya, dan kesadaran mungkin baik baginya. Membangunkan orang yang tidur, baik atau buruk tergantung siapa yang melakukannya. Jika si pembangun adalah orang yang memiliki pencapaian tinggi, maka akan meningkatkan keadaan orang lain. Jika tidak, maka akan memburukkan kesadaran orang lain.


DIA TIDAK DI TEMPAT LAIN

Salib dan ummat Kristen, ujung ke ujung, sudah kuuji.

Dia tidak di Salib.

Aku pergi ke kuil Hindu, ke pagoda kuno.

Tidak ada tanda apa pun di dalamnya.

Menuju ke pegunungan Herat aku melangkah,

dan ke Kandahar Aku memandang.

Dia tidak di dataran tinggi

maupun dataran rendah. Dengan tegas,

aku pergi ke puncak gunung Kaf (yang menakjubkan).

Di sana cuma ada tempat tinggal

(legenda) burung Anqa.

Aku pergi ke Ka’bah di Mekkah.

Dia tidak ada di sana.

Aku menanyakannya kepada Avicenna (lbnu Sina) sang filosuf

Dia ada di luar jangkauan Avicenna …

Aku melihat ke dalam hatiku sendiri.

Di situlah, tempatnya, aku melihat dirinya.

Dia tidak di tempat lain.


KAU DAN AKU

Nikmati waktu selagi kita duduk di punjung, Kau dan Aku;

Dalam dua bentuk dan dua wajah — dengan satu jiwa,

Kau dan Aku.

Warna-warni taman dan nyanyian burung memberi obat keabadian

Seketika kita menuju ke kebun buah-buahan, Kau dan Aku.

Bintang-bintang Surga keluar memandang kita –

Kita akan menunjukkan Bulan pada mereka, Kau dan Aku.

Kau dan Aku, dengan tiada ‘Kau’ atau ‘Aku’,

akan menjadi satu melalui rasa kita;

Bahagia, aman dari omong-kosong, Kau dan Aku.

Burung nuri yang ceria dari surga akan iri pada kita –

Ketika kita akan tertawa sedemikian rupa; Kau dan Aku.

Ini aneh, bahwa Kau dan Aku, di sudut sini …

Keduanya dalam satu nafas di Iraq, dan di Khurasan –

Kau dan Aku.


AKAN JADI APA DIRIKU?

Aku terus dan terus tumbuh seperti rumput;

Aku telah alami tujuhratus dan tujuhpuluh bentuk.

Aku mati dari mineral dan menjadi sayur-sayuran;

Dan dari sayuran Aku mati dan menjadi binatang.

Aku mati dari kebinatangan menjadi manusia.

Maka mengapa takut hilang melalui kematian?

Kelak aku akan mati

Membawa sayap dan bulu seperti malaikat:

Kemudian melambung lebih tinggi dari malaikat –

Apa yang tidak dapat kau bayangkan.

Aku akan menjadi itu.


KEBENARAN

Nabi bersabda bahwa Kebenaran telah dinyatakan:

“Aku tidak tersembunyi, tinggi atau rendah

Tidak di bumi, langit atau singgasana.

Ini kepastian, wahai kekasih:

Aku tersembunyi di kaibu orang yang beriman.

Jika kau mencari aku, carilah di kalbu-kalbu ini.”


TINDAKAN DAN KATA-KATA

Aku memberi orang-orang apa yang mereka inginkan.

Aku membawakan sajak karena mereka menyukainya sebagai hiburan.

Di negaraku, orang tidak menyukai puisi.

Sudah lama aku mencari orang yang menginginkan tindakan, tetapi mereka semua ingin kata-kata.

Aku siap menunjukkan tindakan pada kalian; tetapi tidak seorang pun akan menyikapinya.

Maka aku hadirkan padamu — kata-kata.

Ketidakpedulian yang bodoh akhirnya membahayakan, bagaimanapun hatinya satu denganmu.


RUMAH

Jika sepuluh orang ingin memasuki sebuah rumah, dan hanya sembilan yang menemukan jalan masuk, yang kesepuluh mestinya tidak mengatakan, “Ini sudah takdir Tuhan.”

Ia seharusnya mencari tahu apa kekurangannya.


BURUNG HANTU

Hanya burung bersuara merdu yang dikurung.

Burung hantu tidak dimasukkan sangkar


UPAYA

Ikat dua burung bersama.

Mereka tidak akan dapat terbang,
kendati mereka tahu memiliki empat sayap

TUGAS INI

Kau mempunyai tugas untuk dijalankan. Lakukan yang lainnya, lakukan sejumlah kegiatan, isilah waktumu secara penuh, dan jika kau tidak menjalankan tugas ini, seluruh waktumu akan sia-sia.

KOMUNITAS CINTA

Komunitas Cinta tersembunyi diantara orang banyak;

Seperti orang baik dikelilingi orang jahat.


SEBUAH BUKU

Tujuan sebuah buku mungkin sebagai petunjuk. Namun kau dapat juga menggunakannya sebagai bantal; Kendati sasarannya adalah memberi pengetahuan, petunjuk, keuntungan.


TULISAN DI BATU NISAN JALALUDDIN AR-RUMI

Ketika kita mati, jangan cari pusara kita di bumi, tetapi carilah di hati manusia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar